Selamat Datang Di blog Subaidi

Selamat datang di blog Subaidi, Semoga Bermanfaat.

Find Out More Purchase Theme

Our Services

Lovely Design

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Great Concept

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Development

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

User Friendly

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Recent Work

Jumat, 09 Juli 2021

PP Al-Ibrohimy Galis Bangkaan

Sejarah Pondok Pesantren Al-Ibrohimy Galis Bangkalan

Pondok Pesantren Al-Ibrohimy Galis terletak ditengah kota galis kabupaten bangkalan yang awalnya di kota ini berdiri sebuah lembaga pendidikan keagamaan yang hanya berupa langgar dan pada tahun selanjutnya berkembang menjadi masjid yang diasuh oleh KH. Ibrohim Baijuri. Sesuai dengan permintaan masyarakat dan perkembangan zaman, maka pada tahun 1946 didirikan sebuah lembaga pendidikan madrasah diniyah yang bernama “MIFTAHUL ULUM” yang di prakarsai oleh penerus tongkat estafet kepemimpinan KH. IBROHIM BAIJURI yaitu cucunya yang bernama KH. BAHRI ASYIQ dengan KH. MUKMIN HANAFI atas pemikiran dari pengurus maka pada tahun berikutnya mendirikan yayasan yang bernama “YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL-IBROHIMY” yang diketuai KH. BAHRI ASYIQ. 

Yayasan ini yang menjadi tulang punggung lembaga pendidikan islam di kota Galis ini kemudian pengurus yayasan berusaha dengan semaksimal mungkin agar keberadaan lembaga pendidikan islam ini berlangsung untuk mendirikan PONDOK PESANTREN sebagai asrama santri Madrasah ibtidaiyah “AL-Ibrohimy” pada tahun yang sama didirikan pula Madrasah Tsanawiyah “Al-Ibrohimy” yang berinduk pada MTSN Bangkalan, dengan alasan banyaknya lulusan madrasah tsanawiyah yang tidak mampu melanjutkan pada sekolah menengah atas negeri yang letaknya ada di kota bangkalan, maka pengurus yayasan mendirikan jenjang pendidikan kelanjutan dari madrasah tsanawiyah yaitu Madrasah Aaliyah “Aa-Ibrohimy” tepatnya pada tahun 1987 dan pada tahun 2000 pengurus yayasan berusaha untuk mendirikan sebuah Taman Kana-Kanak “Al-Ibrohimy” yang bernaung pada departemen pendidikan dan kebudayaan dan pada tahun 2005 pengurus yayasan pendidikan islam Al-Ibrohimy mendirikan sebuah pendidikan tinggi yaitu  Sekolah tinggi ilmu tarbiyah “al-ibrohimy” (STITAL), program sastra (S-1) jurusan tarbiyah program studi agama islam yang kemudian diakui pada tahun akademik 2007/2008 dengan SK Dirjen Pendidikan Agama Islam Depag RI No. Dj. I/495/2007.

Dan setelah wafatnya KH. BAHRI ASYIQ di gantilah pengasuh yang baru yaitu Ny. HJ.Maryamah dan beliau merupakan putri ke 9 diantara 10 bersaudara dari Alm. KH. Bahri Asyiq yang mana beliau adalah pendiri YPI Al-Ibrohimy yang meliputi pondok pesantren, Darul Aytam (Panti asuhan anak yatim), dan madrasah-madrasah, serta kapotren (toserba). Sepeninggalan Almarhum KH. Bahri Asyiq, Ny.Hj Mryamah lah yang meneruskan tanggung jawab atas apa yang almarhum tinggalkan. Mulai dari menjadi pengasuh pondok pesantren putri sekaligus mengurus darul aytam Al-Ibrohimy. Meneruskan pengelolaan toserba yang merupakan koperasi pesantren sehingga dalam perkembangannya hingga saat ini semakin mengalami perkembangan dan kemajuan. dalam pengelolaannya pun beliau turun tangan sendiri untuk menghandle segala yang ada didalamnya tanpa kenal lelah dengan dibantu oleh santri yang mengabdi. Sedangkan hasil yang diperoleh adalah untuk kepentingan seluruh anak yatim yang berada dalam asuhannya. Mulai dari keperluan sahari-hari (makanan, uang saku, peralatan mandi, sholat,seragam, dsb), kebutuhan akan tempat tinggal dan kelengkapannya (seperti air,listrik). 

Dalam menjalani tanggung jawabnya beliau merupakan sosok wanita yang sangat penyabar, dermawan, dan sederhana dan patut menjadi tokoh tauladan bagi para santri-santrinya. Wanita pekerja keras dan hati-hati dalam menjaga amanat. Beliau selalu berpesan kepada kita agar selalu beribadah dengan ikhlas, jika kita berlaku baik pada orang lain maka pun akan diperlakukan demikian, segala amal ibadah yang kita lakukan maka yang akan mendapat manfaatnya adalah kita sendiri.

Pada sekitar tahun 1800 seorang ulama dari desa taman kabupaten sampang hijrah ke desa galis kabupaten bangkalan, beliau adalah KH. Ibrohim Bajuri. Kondisi masyarakat desa galis pada awal perpindahannya sangat menghawatirkan, desa galis dan sekitarnya dikenal sebagai sarang perjudian, perampokan dan perilaku negativ lainnya. Sebagai seorang tokoh yang berpegang teguh pada prinsip “amar ma’ruf nahi munkar” beliau berusaha untuk menyadarkan prilaku masyarakat yang menyimpang.

Sejak kehadiran beliau di tengah-tengah masyarakat galis, lambat laun pola kehidupan masyarakat berubah semakin baik, kebiasaan prilaku negative semakin terkikis.

Awal mula kegiatan dakwah KH. Ibrohim Bajuri dipusatkan di sebuah bangunan sederhana (langgar kecil) yang diikuti oleh beberapa santri setempat. Dakwah yang beliau jalankan kerap kali mendapat penolakan dari beberapa kalangan dan bahkan mendapat perlawanan, beliau tidak patah semangat dan sedikit demi sedikit menerima ajaran yang beliau ajarkan. 

Setelah pelaksanaan dakwah beliau di terima oleh banyak orang, santri yang ingin mengaji pada beliau semakin banyak berdatangan. Melihat jumlah santri yang semakin banyak berdatangan, kemudian beliau mendapat tanah waqof dari masyarakat setempat untuk memperluas bangunan yang sederhana itu.

Sejak tahun 2014 hingga sekarang, pondok pesantren Al-ibrohimy diasuh oleh KH. Mas’udi Rifa’i S,Ag, beliau pengasuh yang ke empat dalam periode kepemimpinan ponpes Al-Ibrohimy. Untuk saat ini beliau sepenuhnya fokus mengasuh atau memimpin Al-Ibrohimy.

Dan setelah beliau wafat di gantilah pengasuh pondok pesantren Al-ibrohimy yang sekarang ialah Ny.Sulhan Agustiana beliau juga berprofesi sebagai guru di MA dan MTS dan beliau dikenal sebagai guru yang tegas,berwibawa dan bijaksana.

Ditulis oleh Musarrofah Mahasiswa STIT Al-Ibrohimy Bangkalan memenuhi tugas UAS Prodi PAI Semester II Mata Kuliah Aswaja dan Studi Pesantren.

Dosen Pengampu : Subaidi, S.Pd, M.Ag 



Kamis, 08 Juli 2021

PP Al-Ibrohimy Galis

Sejarah Singkat PP Al-Ibrohimy Galis

Pondok pesantren Al-Ibrohimy Galis adalah sebuah lembaga pendidikan  islam yang berada di sebuah desa Galis yang  terletak di kecamatan Galis yang berada pinggir selatan Masjid Jamik Al-Ibrohimy Galis pendiri pesantren pertama kali adalah Kyai Ibrohimy Baijury pada saat itu desa galis termasuk orang-orang yang awam tidak begitu mengenal agama, banyak orang yang minum-minuman hingga mabuk dan main sabung ayam namun tak lama kemudian mereka insyaf atas bimbingan dari kyai Ibrohimy Baijury demikianlah sekilas sejarah perjalanan Kyai Ibrohimy di galis sehingga nama beliau sekarang di ambil untuk dijadikan nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Ibrohimy Galis. 

Awalnya di desa galis berdiri sebuah lembaga pendidikan keagamaan yang hanya berbentuk Langgar dan kemudian berkembang menjadi masjid yang diasuh langsung oleh KH. Ibrohim Baijuri. Sesuai dengan permintaan masyarakat dan dengan berkembangnya  zaman, maka pada tahun 1946 didirikanlah  sebuah lembaga pendidikan madrasah diniyah yaitu “MIFTAHUL ULUM” yang di prakarsai oleh penerus tongkat estafet kepemimpinan KH. IBROHIM BAIJURI yaitu cucunya yang bernama KH. BAHRI ASYIQ dengan KH. MUKMIN HANAFI atas pemikiran dari pengurus maka pada tahun selanjutnya juga mendirikan yayasan yang di  beri nama “YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL-IBROHIMY’ yang diketuai KH. BAHRI ASYIQ. Yang mana KH. BAHRI ASYIQ lahir di bangkalan tahun 1922 dan wafat di bangkalan 05 september tahun 2012 M (18 Syawal 1433H). Yayasan  yang sudah menjadi tulang punggung lembaga pendidikan islam di desa Galis ini yang kemudian pengurus yayasan berusaha semaksimal mungkin agar keberadaan lembaga pendidikan islam ini berlangsung dengan baik, sehingga  yayasan berusaha  mendirikan PONDOK PESANTREN sebagai asrama santri Madrasah Diniyah Miftahul Ulum di formalkan pada tahun 1984  menjadi Madrasah Ibtidaiyah yang berada dibawah naungan Departemen Agama yang kemudian dirubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah “Al-Ibrohimy” pada tahun yang sama juga didirikan Madrasah Tsanawiyah “Al-Ibrohimy” yang berinduk pada MTsN Bangkalan, Dengan alasan banyaknya lulusan Madrasah Tsanawiyah yang tidak mampu melanjutkan pada Sekolah Menengah Atas Negeri yang berada di kota Bangkalan, sehingga  pengurus yayasan mendirikan  pendidikan kejenjang selanjutnya  dari Madrasah Tsanawiyah yaitu Madrasah Aliyah “Al-Ibrohimy” pada tahun 1987 dan pada tahun 2000 pengurus yayasan berusaha mendirikan sebuah Taman Kanak-Kanak “Al-Ibrohimy” yang juga  bernaung pada Departemen pendidikan dan kebudayaan. kemudian pada tahun 2005 Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Al-Ibrohimy mendirikan sebuah pendidikan tinggi yaitu “ Sekolah tinggi ilmu tarbiyah “al-Ibrohimy” Bangkalan  yang pada saat ini masih tetap eksis dan semakin berkembang. 

Ponpes al-ibrohimy semakin  berkembang pesat berkat kerja sama semua pihak terutama dari keluarga besar garis keturunan KH. Ibrohim Bjuri selalu bersati demi kemajuan ponpes al-ibrohimy. Untuk saat ini darul aytam sekaligus ponpes putri II  di asuh oleh Ny.Hj maryamah merupakan putri ke 9 dari 10 bersaudara dari alm. KH. Bahri Asyiq,  sepeninggalan alm. KH.Bahri Asyiq, Ny. HJ. Maryamah lah yang meneruskan tanggung jawab atas apa yang alm. tinggalkan. mulai dari menjadi pengasuh ponpes putri sekaligus mengurus darul aytam al-ibrohimy. Meneruskan pengelolahan toserba yang merupaka koperasi pesantren sehingga dalam  pengelolahannya pun beliau turun tangan sendiri untuk menghandle segala yang ada di dalamnya tanpa kenal lelah beliau di bantu oleh santri yang mengabdi. Sedangkah hasil yang di peroleh adalah untuk kepentingan seluruh anak yatim yang berada dalam asuhannya. Mulai dari keperluan sehari hari ( makanan, uang saku, peralatan mandi, sholat, seragam, dan sebagainya), kebutuhan akan tempat tinggal dan kelengkapannya ( seperti air listrik).  beliau merupakan sosok wanita yang sangat penyabar, dermawan, dan sederhana yang  patut menjadi tokoh tauladan bagi para santri santrinya. Beliau juaga termasuk  Wanita pekerja keras dan sangat berhati-hati dalam menjaga  amanah, tidak kenal lelah, dan tulus dalam menjalankan tanggung jawabnya. Beliau selalu berpesan kepada santri-santrinya agar selalu beribadah dengan ikhlas, beliau berkata( adhebu) "jika kita berlaku baik pada orang lain maka kita pun akan di perlakukan demikian, segala amal ibadah yang kita lakukan maka yang akan mendapat manfaatnya adalah kita sendir"i. begitulah sedikit coretan tinta dalam nengulas sejarah al-ibrohimy. 

Ditulis oleh Sulaiha Mahasiswa STIT Al-Ibrohimy Bangkalan memenuhi tugas UAS Prodi PAI Semester II Mata Kuliah Aswaja dan Studi Pesantren.

Dosen Pengampu : Subaidi, S.Pd, M.Ag 

MD Nurul Furqon Galis

Catatan


Ditulis oleh Hilma Auliya Ivada Mahasiswa STIT Al-Ibrohimy Bangkalan memenuhi tugas UAS Prodi PAI Semester II Mata Kuliah Aswaja dan Studi Pesantren.


Dosen Pengampu : Subaidi, S.Pd, M.Ag 

MA Darus Salam Pakong

PROFIL MA DARUSSALAM 

Sejarah Berdirinya MA Darussalam 

Menurut Kepala Madrasah, MA Darussalam didirikan oleh KH. Sholeh Shinwan, BA yang pada saat itu beliau menjabat sebagai ketua Yayasan Pendidikan Islam ”Darussalam”. Pendirian Madrasah Aliyah tersebut bukan hanya keinginan beliu semata melainkan berdasarkan berbagai masukan dan dukungan terutama dukungan dari KH. Musthofa Nawawi, KH. Zubair Nawawi, KH. Ahmad Halwani, dan KH. Abdulloh Halwani yang mana beliau-beliau tersebut menjabat sebagai penasehat yayasan.  

Ada beberapa alasan yang dikemukakan oleh pendiri atas didirikannya MA Darussalam di antaranya: 

Masukan dari wali murid MTs. Darussalam dan masyarakat sekitarnya yang menginginkan putra putrinya melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

Untuk menanmpung lulusan MTs. Darussalam yang dari tahun ketahun jumlahnya semakin meningkat. 

Untuk meningkatkan pendidikan masyarakat Pakong karena pada saat itu Yayasan Pendidikan Islam Darussalam merupakan satu-satunya yayasan yang menyediakan pendidikan formal di desa Pakong. 

100 

Meningkatkan SDM masyarakat Pakong untuk menghadapi masa depan yang serba modern. 

Untuk memberi pelayanan pendidikan yang lebih baik dan sesuai dengan harapan masyarakat.  

Atas dasar alasan, masukan, dan dukungan itulah MA Darussalam didirikan pada tahun 1996 dengan memperoleh piagam pendirian dari 

Departemen Agama Propinsi Jawa Timur Nomor: 

Wm.06.04/PP.03.2/3372/SKP/1998 dengan status terdaftar serta diberikan Nomor Statistik Madrasah (NSM) 1312352600006 Sejak berdiri sampai sekarang, Madrasah Aliyah Darussalam telah mengalami 4 kali pergantian kepemimpinan,  

yaitu : 

Sulahak, S.Ag (1996-2001) 

Marnawi, S.Ag (2001-2004) 

M. Timbang, S.Pd.I (2004-2007) 

Nurussalam, M.Pd.I (2007 – Sekarang) 

Madrasah Aliyah Darussalam terletak di desa Pakong Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan, jarak madrasah  kepusat kecamatan + 16 Km sedangkan jarak kepusat Kabupaten + 18 Km. Letak MA Darussalam di sebelah barat berbatasan dengan Pondok Pesantren ”Darussholah

Annawawiyah” yang diasuh oleh KH. Zubair Nawawi dan KH. Sholeh Shinwan, di sebelah Utara berbatasan dengan Pondok Pesantren yang diasuh oleh KH. Musthofa Nawawi, sedangkan di sebelah timur dan selatan berbatasan dengan pemukiman masyarakat. 

Adapun lingkungan Madrasah Aliyah Darussalam merupakan 

lingkungan pesantren sehingga sebagian besar siswanya terdiri dari santri yang berasal dari sejumlah pesantren yang ada di desa Pakong dan sekitarnya, dengan demikian suasanapun terlihat islami, ini dibuktikan dengan pengelolaan madrasah yang mana Kegiatan Belajar Mengajar 

(KBM) dilaksanakan terpisah antara siswa putra dan putri. 


Identitas Madrasah 

Identitas Madrasah aliyah ”Darussalam” PakongModung

Bangkalan Tahun Pelajaran 2010-2011.2 

1. Nama Madrasah : Madrasah Aliyah Darussalam 

2. Alamat Madrasah : Jl. Hidayat 415 Pakong

3. Telp : (031) 3080251/087851440547 

4. Kecamatan : Modung

5. Kabupaten : Bangkalan 

6. Propinsi : Jawa timur 

7. Status/Akreditasi : Dalam proses 

8. NSM  : 1312352600006 

9. NPSN  : 20531528 

10. Waktu KBM  : Pagi 

11. Penyelenggara : Yayasan Pendidikan Islam Darussalam 

12. Pendiri : KH. Sholeh Shinwan, BA 

13. Kepala Madrasah : Nurussalam, M.Pd.I

14. Wakamad

: Achmad Djoenaidi, SE 

2 Dokumentasi Profil Madrasah, Modung, 16 Mei 

2011. 


Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Madrasah 

Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran.  

Visi MA Darussalam 

Mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di bidang IPTEK dan IMTAQ dengan disertai Akhlaqul Karimah. 

Misi MA Darussalam 

Menyelenggarakan Pendidikan yang berorientasi pada mutu dengan bersendikan ajaran Islam. 

Selalu mengadakan evaluasi dan inovasi terhadap Proses 

Belajar Mengajar 

Melaksanakan kegiatan intra dan ekstra kurikuler. 

Menciptakan lingkungan Madrasah yang islami, bersih, rapi, indah, aman, dan nyaman. 

Menciptakan Madarasah sebagai sentral pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memaksimalkan pengamalan terhadap ilmu agama. 

Tujuan MA Darussalam 

Memberikan bekal berupa kemampuan, pengetahuan dan 

keterampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa. 

Memberikan bekal pengetahuan agama dan umum yang sesuai dengan tingkat perkembangannya untuk mewujudkan tingkah laku yang baik. 

Memberikan bekal dan persiapan kepada siswa untuk 

melanjutkan ke perguruan tinggi. 


Sasaran MA Darussalam 

1. Menjadikan MA Darussalam sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas, mampu menyelenggarakan proses pendidikan secara profesional, dan menyiapkan peserta didik untuk meraih kelulusan yang memiliki kesiapan baik untuk memasuki jenjang pendidikan tinggi, maupun jalur karier lain dan bekerja mandiri. 

2. Menjadikan MA Darussalam sebagai lembaga pendidikan yang mampu mendemonstrasikan proses pembelajaran yang komprehensif dan memfokuskan kegiatannya pada upaya memfasilitasi proses belajar siswa yang aktif, dinamis, mandiri, dan inovatif. 

Menjadikan MA Darussalam sebagai lembaga pendidikan yang dikelola secara profesional dan mampu memperansertakan potensi masyarakat secara fungsional, proporsional dan integratif demi optimalisasi pembinaan dan pengembangan lembaga pendidikan yang berkualitas 


Struktur Kepegawaian MA Darussalam 

Kepala Madrasah adalah salah satu guru yang mendapat amanat dari ketua yayasan untuk memimpin sekaligus mengatur jalannya proses belajar mengajar di MA Darussalam, namun demi kelancaran tugas tersebut dalam kepemimpinannya kepala Madrasah dibantu oleh beberapa wakil dan karyawan hal ini dapat dilihat pada struktur berikut ini: 

Keadaan Tenaga Pengajar (Guru) 

Guru merupakan salah satu komponen pendidikan yang sangat dominan dalam menentukan mutu pendidikan di suatu lembaga, Karena guru sebagai centereducatin dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Dengan kata lain salah faktor untuk meningkatkan kualitas pendidikan haruslah didukung oleh tenaga pengajar yang memadai dan professional di badangnya. Data guru MA Darussalam dapat dilihat pada tabel di bawah ini:   

Keadaan Siswa MA Darussalam 

Keberadaan siswa di MA Darussalam Desa Pakong Kecamatan ModungKabuten Bangkalan dari tahun ketahun selalu mengalami peningkatan hal ini terlihat dari grafik penerimaan siswa baru yang terdapat di kantor, namun pada skripsi ini peneliti akan memaparkan keadaan siswa pada tahun pembelajaran 2010-2011 yang mana jumlah siswanya sebanyak 416 siswa yang terdiri dari 250 siswa dan 166 siswi yang dibagi menjadi 13 rombel.   Adapun data tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: 

Sarana dan Prasarana 

Sarana dan prasarana merupakan faktor penunjang Kegiatan 

Belajar Mengajar (KBM) di MA Darussalam PakongModung Bangkalan telah cukup memadai walupun belum sempurna.  Adapun keadaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: 

PP Sidogiri Pasuruan

A. Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Sidogiri

Konon mbah sayyid sulaiman di beri segenggam tanah oleh sunan giri dan di perintah untuk mencari tanah yang sama persis dengan tanah yang berada di genggamannya, tanpa fikir panjang sayyid  sulaiman langsung menjalankan tugasnya dan menjelajahi daera-daerah untuk mencari tanah tersebut, dan sampailah beliau pada  hutan belantara yang mana tanah di hutan itu sama persis dengan tanah yang di maksud oleh sunan giri, langsung saja sayyid sulaiman membabat tanah tersebut, dan dalam pembabatan itu terjadi pertarungan dahsyat antara beliau dengan penghuni-penghuni hutan tersebut (makhluk halus)hingga 40 hari lamanya, yang pada akhirnya sayyid sulaiman lah yang memenangkan pertarungan itu, dan setelah usainya pertarungan beliau di temani oleh seorang santrinya yaitu aminullah asal bawean untuk mendirikan pesantren yang mana pada akhirnya di kenal sebagai "SIDOGIRI" (sayyidul-qura/ratunya desa).

Terdapat dua versi tentang tahun berdirinya pondok sidogiri yaitu 1718 atau 1745. dan dalam suatu catatan yg di tulis dalam panca warga tahun 1963 di sebutkan bahwa sidogiri di dirikan tahun 1718 yang mana catatan itu di tanda tangani oleh almagfurlahum KH.noer hasan nawawie, KH.cholil nawawie, KA sa'doellah nawawie pada 29 oktober 1963.

Dalam surat lain tahun 1971 yang di tanda tangani oleh KA.sa'doellah nawawie bahwa tahun tersebut (1971) merupakan hari ulang tahun sidogiri yang ke-226.dan dari sini di simpulkna bahwa pondok pesantren sidogiri didirikan pada tahun 1745.dan dalam versi terakhir inilah yang di jadikan patokan hari ulang tahun/ iktibar pondok pesantren sidogiri setiap akhir tahun pelajaran.

Kemudian Pada pertengahan abad ke-18 M . Kepengasuhan di pangku oleh kiai aminullah beliau adalah santri pertama sekaligus menantu mbah sayyid sulaiman.

Awal abad ke-20 S.D 1947 M. KH.abd.djalil bin fadhil menantu kedua KH.nawawie menjadi pengasuh hingga syahid di tangan penjajah belanda Yang konon katanya KH.abd.djalil ini salah satu orang yang tdak mempan dgn pluru-pluru belanda, Hingga pada tembakan ke tujuh yg di tembakkan ke mulut beliau maka "INNALILLAHI WA INNAILAIHI ROJIUN" syahid lah  beliau di tangan belanda.

14 SHAFAR 1357 H. KH.abdul djalil bin fadhil mendirikan madrasah yang di beri nama madrasah miftahul ulum (MMU)banat  yang saat ini di bawah kepengasuhan HJ.luluk mukarromah yaitu istri KH. Abdul alim bin abdul djalil .

Sedangkan MMU banat dan Banin hingga detik ini masih tidak menggunakan sistem formal sama sekali seperti SMP dan SMA masih (murni salaf).namun  tidak kalah elitnya dengan pondok modern lainnya, sidogiri juga mengadakan extra kulikuler seperti kursus bahasa asing, pencak silat dan beberapa lainnya(khusus untuk para almutakhorrijat dan santri tingkat aliyah .secara fasilitas sidogiri memiliki gedung perpustakaan, gedung pabrik AMDK santri, kamar mandi kaca dan beberapa fasilitas lainnya. Dan baru-baru ini sidogiri juga  mencetuskan metode quran'ani sidogiri (MQS) yang saat ini sedang menyebar luas ke berbagai wilayah hingga ke yaman. 

B. BIOGRAFI MBAH SAYYID SULAIMAN MOJO AGUNG

Sulaiman adalah putra pertama pasangan sayyid abdurrahman bin umar bassyaiban dan syarifah khadijah, cucu syarif hidayatullah (sunan gunung jati) ayahanda beliau adalah dzurriyah Rasulullah asal hadramaut yaman. Konon di ceritakan bahwa beliau penah nyantri pada raden rahmat (sunan ampel) tetapi riwayat belajar sayyid sulaiman ini masih sangat di asingkan karna terdapat selisih tahun yang terlalu jauh antara sayyid sulaiman dengan sunan ampel. Karna Sunan ampel hidup pada abad 14 M,sedangkan sayyid sulaiman di perkiraan hidup pada abad 17 M. Jadi selisih 3 abad (300 thun) dengan sunan ampel. Jadi kemungkinan besar sayyid sulaiman belajar pada sunan ampel ini tidak pada sunan ampelnya sendiri melainkan pada generasi-generasi Sayyid penerus beliau.

Ditulis oleh Alfiatus Sa'adah Mahasiswa STIT Al-Ibrohimy Bangkalan memenuhi tugas UAS Prodi PAI Semester II Mata Kuliah Aswaja dan Studi Pesantren.

Dosen Pengampu : Subaidi, S.Pd, M.Ag 

PP Al-Bakriyah Lomaer Blega

A. Sejarah Berdiri

Pondok pesantren Al-Bakriyah Assalafiyah Assafi'iyah berada di desa lomaer kampung tanjung puro yang bersebelahan dengan perbatasan sebelah timur nyiburan dan panyepen (sampang) dan masih berada dalam lingkup kabupaten sampang.

Berawal dari cita-cita sang kiai yang menginginkan pendidikan agama agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. adalah KH Ach zayyadi yang merintis dari bawah dari madrasah biasa menuju menjadi sebuah pondok pesantren, KH Ach zayyadi berasal dari desa ombul tambelangan , beliau dari desa ombul pernah singgah ke blega beliau sempat  mengajar disana lalu beliau pindah ke lomaer dan menetap di lomaer . Tepatnya  pada tahun 1954 M beliau membangun madrasah, madrasah ini berjalan meski muridnya berawal dari 10 murid namun lambat laun murid-murid ini bertambah dan bangunan pun sedikit di perluas meski pada saat itu dibangun dari sebuah bangunan bambu ( bidik) dari sini semakin bertambah murid yang ingin mondok di tempat KH Ach zayyadi sebelumnya pondok ini tidak memiliki nama karna dulu kiai zayyadi dijuluki bakri jadi pondoknya pun diberi nama Albakriyah As-salafiyah As-syafi’iyah.Pondok Al-bakriyah ini awalnya terdiri dari santri putra saja karna lebih banyaknya santri laki-laki yang belajar disana, pada saat itu sudah mencapai  70 santri dan murid yang dari luar pun ada beberapa (ada perempuan dan laki-laki).

Pada tahun 1970 hari kamis bulan april KH Ach zayadi wafat dan semua tugas digantikan kepada putra beliau yakni KH fudholi, hanya beberapa tahun kiai fudholi meneruskan perjuangan sang ayahanda, Kiai fudholi wafat. Setelah beliau wafat perjuangan pun di teruskan oleh KH abdul hakam fudholi  yang tak lain adalah putra dari Kh fudholi itu sendiri . KH abdul hakam fudholi meneruskan cita-cita sang kakeknya dengan meneruskan perjuangan beliau dalam mendirikan yayasan pendidikan salafiyah yang mengajarkan Agama islam bermadzhab imam Syafi’i.

Pada saat beliau ( kiai abdul hakam) memiliki putra ( 3 putra)  dan putri (4putri) yang mulai belajar mengaji beliau mendapat permintaan dari putri beliau bagaimana kalau bangunkan saja tempat bagi santri putri (pondok)  lalu beliau membangun sepetak demi sepetak bangunannya begitu pula santri laki-laki maupun santri perempuan mulai berdatangan dari desa tetangga ataupun dari luar kota yang mendapat informasi untuk menempatkan putra-putri nya ke pondok Al bakriyah. Zaman semakin canggih sehingga Albakriyah memberikan pendidikan umum karna diharapkan bagi santri memiliki pendidikan yang seimbang karna zaman sekarang  sudah global tapi tak lepas dari pendidikan agamanya santri di himbau  tidak melalaikan pelajaran kitab-kitabnya.

Pada tahun 1438 H malam senin tanggal 3 rojab  KH abdul hakam fudholi wafat lalu kepengurusan pondok pun diteruskan oleh putranya yang tertua yakni KH Hamim Hakam fudholi . Beliau terus memperluas bangunan pondok maupun bengunan sekolah umumnya beliau menambahkan fasilitas-fasilitas yang sebelumnya belum ada, cita-cita beliau masa mendatang ingin mendirikan sekolah tinggi, agar santri yang ingin melanjut kan pendidikan nya tidak bingung untuk meneruskan dimana ,  jika nanti di Al-bakriyah sudah mewadahi keperguruan tinggi.

B. Biografi Pendiri

Kiai abdul hakam fudholi lahir dilomaer putra dari kiai fufholi dan nyai lathifah beliau pernah mondok di assirojiyah beliau berguru langsung ke kiai busyiri nawawi, kiai abdul hakam fudholi insyaallah hanya 3 tahun dusana tapi karna ke tawddhu'an beliau kepada sang guru beliau mendapat kan kabarokahan dari sang guru.beliau (kiai abdul hakam) menjadi guru yang sangat alim dan disegani oleh masyarakat, beliau wafat pada tanggal malam senin 3 rojab 1438 H 

Ditulis oleh Munawaroh Mahasiswa STIT Al-Ibrohimy Bangkalan memenuhi tugas UAS Prodi PAI Semester II Mata Kuliah Aswaja dan Studi Pesantren.

Dosen Pengampu : Subaidi, S.Pd, M.Ag 


PP Nurul Cholil Demangan Barat Bangkalan

Sejarah Pondok Pesantren Nurul Cholil

Alkisah, jauh sebelum berdirinya Pondok Pesantren Nurul Cholil, seorang keturunan Syaikhona Kholil Bangkalan yakni KH. Imron Kholil pernah melihat ada sinar diatas pekarangan rumah KH. Muntashor Bin Muhammad sholeh - yang notabene adalah menantunya sendiri. Pengalaman itu oleh KH. Imron Kholil lalu disampaikan kepada santrinya, bahwa di lokasi itu nantinya akan berdiri sebuah pesantren besar. Dan salah satu dari keturunannya akan menjadi pengasuhnya. Di atas tanah yang ditunjuk oleh Kyai Imron Kholil tersebut itulah, sekarang berdiri Pondok Pesantren Nurul Cholil. Nama Pondok Pesantren Nurul Cholil sudah tidak asing lagi di Bangkalan. KH. Zubair Bin KH. Muntashor sebagai pengasuh pondok pesantren ini, sekaligus pula menjadi tokoh yang paling disegani di Bangkalan. Pondok Pesantren Nurul Cholil didirikan pada tahun 1957 oleh KH. Muntashor. Pada awalnya, Pondok Pesantren Nurul Cholil hanyalah berupa sebuah musholla kecil berukuran 4x4m2, yang lalu diperluas menjadi 8x12 m2. Bangunan ini lalu dipecah menjadi empat bilik, yang tentu saja kecil-kecil. Saking kecilnya tempat tersebut oleh Ibu Nyai Nadzifah Binti KH. Imron Kholil disebut "Cangkruk" -tempat kecil untuk beristirahat dan berfikir.

Dimulai dengan seorang santri mukim pertama yang bernama syafi'i, Pondok Pesanten Nurul Cholil terus mendapatkan kepercayaan masyarakat. Puluhan bahkan ratusan orang tua menitipkan anaknya untuk dididik di Pondok Pesanten Nurul Cholil. Agar istilah cangkruk tidak dibicarakan orang lagi, saat itu orang sering menyebut Pondok Pesanten Nurul Cholil dengan sebutan Pondok Barat (Pondhuk jubara': Madura). Santri terus bertamabah sampai bilik-bilikpun terus ditambah sampai mencapai 23 bilik.

Pada saat-saat seperti itulah, lalu tiba-tiba semua santri dikejutkan dengan wafatnya Pendiri sekaligus pengasuh pertama Pondok Pesanten Nurul Cholil yakni KH. Muntashor Muhammad. Meskipun berurai air mata duka, seluruh insan pesantren sadar bahwa perjuangan dakwah melalui pesantren harus terus dilanjutakan. Maka pada tahun kejadian tersebut, tahun 1977 kepemimpinan Pondok Pesantren dipangku oleh putra tunggal KH. Muntashor Muhammad yakni KH. Zubair Muntashor dan sampai kini masih tetap memangku pondok pesantren tersebut.

Dibawah kepemimpinan KH. Zubair Muntashor Pondok Pesanten Nurul Cholil terus berbenah. Dengan tetap berpegang pada model salaf yang berciri khas pada pengkajian intensif kitab kuning (klasik), sistem belajar yang dibagi menjadi dua yakni model bagongan (Klasikal) dan sorongan (privat) dengan gaya monologis, dan juga mulai diterapkan gaya dialogis.

Gaya monologis dipandu ole Pengasuh dan Ustadz senior, sedangkan gaya dialogis dipandu oleh para Ustadz dengan kelompok yang lebih terbatas disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri. Dengan cara demikian maka diharapakan para sanri bisa membaca dan memahami kitan kuning baik secara tekstual maupun kontekstual. Lebih jauh, karena nantinya akan terjun ke masyarakat, hasil pemahamannya bisa diaktualisasikan di tengah masyarakat.

Namun setingkat ini, Pondok Pesantren Nurul Cholil masih sebatas menampung santri putra. Baru pada tahun 1986 Pondok Pesantren Nurul Cholil mulai mendirikan Pesantren Putri secara khusus. Hal ini sesuai dengan pandangan pengasuh tetntang penting pendidikan agama untuk kaum wanita. Hal demikian juga sejalan dengan antusiasme masyarakat, yang mulai sadar betapa pentingnya ilmu agama. Tidak hanya untuk kaum laki-laki, tetapi juga kaum wanita.

Tahun 1987, adalah tahun penting bagi perjalanan Pondok Pesantren Nurul Cholil selanjutnya. Betapa tidak, sejak tahun itu mulai diterapkan struktur kepengurusan Pondok Pesantren sesuai manajemen organisasi modern. Mengingat jumlah santri yang terus bertambah pembenahan demi pembenahan terus dulakukan. Sarana dan prasarana terus bertamabah , unit demi unit pun bermunculan satu demi satu. Bilik-bilik kecil dimasa lalau sudah banyak berganti dengan gedung-gedung tinggi berlantai tiga atau empat.

Sejak tahun 1998 sampai sekarang, berturut-turut unit organisasi dibawah Pondok Pesantren Nurul Cholil masing-masing memantapkan eksistensnya. Dimulai dengan unti pendidikan formal  yang bernama Madrasah Asrorul Cholil, yang menampung siswa-siswa Tsanawiyah sampai Aliyah seolah semaikn memperkaya Pondok Pesantren Nurul Cholil yang sejak dulu sudah eksis dengan Madrasah Diniyahnya.

Di tambah lagi sekarang ada pendidikan formalnya seperti Mts nurul cholil, MA Nurul holil dan ma’had aly, semuanya itu tiada lain hanya untuk menunjang pendidikan santri, yang ingin melanjutkan pendidikan formalnya agar supaya santri tetap mempunyai bekal ilmu dunia dan akhirat. Dan kelak nantinya ketika sudah lulus para santri siap hidup di tengah-tangah nasyarakat dengan baik.

Ditulis oleh Zainuri Soleh Mahasiswa STIT Al-Ibrohimy Bangkalan memenuhi tugas UAS Prodi PAI Semester II Mata Kuliah Aswaja dan Studi Pesantren.

Dosen Pengampu : Subaidi, S.Pd, M.Ag 

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.